Kamis, 22 Oktober 2009

surat putus?

“Syaithan itu memberikan janji-janji pada mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal, tiadalah syaithan itu menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.” (An Nisaa’:120)

Tidak sadar ya ditipu syaithan?? Memang ada kok orang yang baru sadar sesudah sampai di akhirat. Sesal kemudian selalu tak berguna Aduhai.., celaka aku.., kiranya aku dulu tidak menjadikan si Fulan sebagai kekasihku!! Sesal ini hanya akan menjadi gigit jari kenestapaan..

“Dan (ingatlah) hari di mana si zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rosul. Kecelakaan besarlah bagiku,. Kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan menjadi kekasihku!” (Al Furqon: 27-28)

Ni.., ada contoh surat buat kalian yang mau mengikuti jejak Rosul dan mengabaikan bisikan syaithan itu ..,


Assalaamu ‘alaykum wa rohmatulloohi wa barokaatuh.

Ba’da tahmid dan sholawat…

Syukur pada Alloh yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Akhi, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang siap terus menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang kupinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf akhi, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil di hadapanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. Dan, akhi, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.

Akhi, belum terlambat untuk bertaubat. Apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika dengan terpaksa aku harus membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Akhi, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak Cuma aku, akhi. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. insyaAlloh, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan seorang wanita sholihah. Ya, wanita sholihah yang pasti jauh lebih baik dari diriku saat ini. Ia yang akan membantumu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Alloh dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi.

Akhi, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi, aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Alloh. Ya, saudara di jalan Alloh, akhi. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rosululloh di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, akhi. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah, doa keselamatan dunia akhirat sekaligus TANDA AKHIR DARI HUBUNGAN HARAM KITA., insyaAlloh..

Wassalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh..

Senin, 19 Oktober 2009

akhwat sejatikah kita?

Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun,
tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi,
tetapi sebesar apa tanggung jawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadiraannya dalam syuro',
tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-Quran,
tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al-Quran tersebut.

Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi,
tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

Akhwat sejati tidak dilihat dari shalatnya yang lama,
tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas shalatnya.

Akhwat sejati tidak dilihat dari kasih sayangnya pada orangtua dan teman-teman,
tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar-Rahman Ar-Rahiim.

Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas Dhuha dan Tahajjudnya,
tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud.

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
tetapi dilihat dari apa yang sering ia bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,
tetapi dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah
Akhwat sejati TIDAK dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul...

Rabu, 14 Oktober 2009

karena Aku Mencintaimu..

Wahai akhi…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin memesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

(dari adik kostan ku-ijin copy)

MAU TAU 4 KEUTAMAAN UMAT MUHAMMAD SAW?

"ADA 4 KEUTAMAAN YANG DIBERIKAN KEPADA UMAT MUHAMMAD YANG TIDAK DIBERIKAN KEPADAKU:

1. TAUBATKU DITERIMA ALLOH SWT DI MAKKAH, TAPI TAUBAT UMAT MUHAMMAD DITERIMA DITEMPAT MANAPUN DI MUKA BUMI INI.

2. KETIKA AKU MELAKUKAN MAKSIAT KEPADA ALLOH SEKETIKA PAKAIANKU TERLEPAS DARI TUBUHKU, TETAPI UMAT MUHAMMAD KETIKA DURHAKA KEPADA ALLOH MEREKA TIDAK DILEPASKAN PAKAIANNYA.

3. KETIKA AKU MELANGGAR LARANGAN ALLOH, AKU DIPISAHKAN DARI ISTRIKU, TETAPI UMAT MUHAMMAD KETIKA DURHAKA KEPADA ALLOH TIDAK DIPISAHKAN DARI ISTRINYA.

DAN

4. AKU MELAKUKAN DOSA DI SURGA LALU DIUSIR KE DUNIA, TETAPI UMAT MUHAMMAD MELAKUKAN DOSA DI DUNIA TAPI DITEMPATKAN DI SURGA JIKA MEREKA MAU BERTAUBAT DARI KESALAHANNYA.

( NABIYULLAH ADAM ALAIHIS SALAM )


SUBHANALLAH....


BETAPA LUAR BIASANYA PANUTAN KITA,, MUHAMMAD SAW.

AKU INGIN MENCINTAI-MU ... EDCOUSTIC

Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri

Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena

Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali
Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia

Untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU


Reff:

Aku ingin mencintaiMU setulusnya,
Sebenar-benar aku cinta
Dalam do'a
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku

Aku ingin mendekatiMU selamanya
Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi

KAFA'AH ATAU KUFU ??

assalamualaykum

dari assunnah-ustaz yazid bin abdul qadir jawas
http://www.assunnah.or.id/artikel/masalah/21nasihat3.php

Kafa'ah Menurut Konsep Islam

Pengaruh materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit
zaman sekarang ini orang tua yang memiliki pemikiran, bahwa di dalam
mencari calon jodoh putra-putrinya, selalu mempertimbangkan
keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja. Sementara
pertimbangan agama kurang mendapat perhatian. Masalah Kufu'
(sederajat, sepadan) hanya diukur lewat materi saja.

Menurut Islam, Kafa'ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam
perkawinan, dipandang sangat penting karena dengan adanya kesamaan
antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina
rumah tangga yang Islami inysa Allah akan terwujud. Tetapi kafa'ah
menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta ahlaq
seseorang, bukan status sosial, keturunan dan lain-lainnya. Allah
memandang sama derajat seseorang baik itu orang Arab maupun non Arab,
miskin atau kaya. Tidak ada perbedaan dari keduanya melainkan derajat
taqwanya (Al-Hujuraat : 13).

"Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah
orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Al-Hujuraat : 13).

Dan mereka tetap sekufu' dan tidak ada halangan bagi mereka untuk
menikah satu sama lainnya. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan
pemudi yang masih berfaham materialis dan mempertahankan adat istiadat
wajib mereka meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah
Nabi yang Shahih. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya : Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya,
karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka
hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau
tidak demikian, niscaya kamu akan celaka". (Hadits Shahi Riwayat
Bukhari 6:123, Muslim 4:175).

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:

1. Keluarga

2. Hartanya

3. Amalnya



Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu:

1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali

2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

· Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu

· Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu

· Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu

· Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."



Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan…

· Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah

· Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara

· Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa

· Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara"



Ketika Mayat Siap Dikafan…Suara Dari Langit Terdengar Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan

· Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha

· Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah



Wahai Fulan Anak Si Fulan…

· Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal

· Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya

· Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."



Ketika Mayat Diusung…. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

· Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan

· Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat

· Berbahagialah Apabila Hidu pmu Penuh Dengan Taat."



Ketika Mayat Siap Dishalatkan….Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..

· Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat

· Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik

· Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."



Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari Langit, "Wahai Fulan Anak Si Fulan…

· Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gelita Di Sini



Wahai Fulan Anak Si Fulan…

· Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis

· Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka

· Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."



Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian….Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku…..

· Kini Kau Tinggal Seorang Diri

· Tiada Teman Dan Tiada Kerabat

· Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..

· Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri

· Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku

· Hari Ini,….

· Akan Kutunjukan Kepadamu

· Kasih Sayang-Ku

· Yang Akan Takjub Seisi Alam

· Aku Akan Menyayangimu

· Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".



Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang

· Kembalilah Kepada Tuhanmu

· Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya

· Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku

· Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"



Anda Ingin Beramal Shaleh…?

Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal…!!!

Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam

menjalani hidup ini.





Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang lain, Beliau bersabda "wakafa bi almauti wa’idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu.



Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin….



Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…

Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…